Cimahi - Satyakaryanews.com - Agenda Pemerintah Kota Cimahi hari ini cukup padat salah satunya ialah closing program wirausaha tahun 2025 yang berkolaborasi dengan para Mitra UMKM Disdagkoperin kota Cimahi dengan tema acara "Teman UMKM Naik Kelas", yang dilaksanakan di convention hall gedung Techno Park Cimahi, pada Selasa (16/12/25).
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, sangat mengapresiasi para penggiat UMKM di kota Cimahi dengan cara mendukung serta mendorong Teman UMKM Naik Kelas. Menurutnya, UMKM adalah tulang punggung perekonomian di Indonesia dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap PDB Nasional dan mampu menyerap hingga 97% tenaga kerja.
"UMKM adalah salah satu sektor perekonomian yang sangat dinamis, dimana persaingan berjalan dengan sangat ketat dan menentukan masa depan kita bersama," ujar Ngatiyana dalam pidatonya.
Ngatiyana juga menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas dalam dunia wirausaha, terutama di era digital yang serba cepat dan praktis. "Inovasi adalah urat nadi yang utama yang bisa menggiring konsumen lebih dekat dengan produk kita atau menjatuhkan konsumen dari kita," tegasnya.
Disdagkoperin kota Cimahi telah melaksanakan berbagai program dan kebijakan untuk meningkatkan semangat kemandirian ekonomi masyarakat, termasuk program UMKM naik kelas dan program wirausaha baru. "Seluruh upaya dilakukan sebagai wujud kontribusi dan komitmen pemerintah kota Cimahi untuk menciptakan iklim ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan, berdaya saing, dan terdepan," ucap Ngatiyana.
Menurut data, di kota Cimahi terdapat kurang lebih 5000-6000 UMKM yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), yang bergerak dalam banyak sektor seperti kuliner, tata busana, hingga kerajinan. "Ini menjadi bukti nyata dan otentik bahwa iklim kewirausahaan di kota Cimahi telah terbentuk sedemikian rupa," kata Ngatiyana.
Ngatiyana juga mengucapkan terima kasih atas kemajuan UMKM kota Cimahi di bawah naungan dan pembinaan Disdagkoperin. "Saya ucapkan terima kasih atas kemajuan UMKM kota Cimahi, mari kita terus meningkatkan semangat kemandirian ekonomi masyarakat untuk tetap terus berdaya dan berdikari," tutupnya. ***

