Ketua DPRD Cimahi Sebut AI Peluang Perkuat Inovasi dan Daya Saing Generasi Muda

 


CIMAHI - SATYAKARYANEWS. COM - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat dinilai Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyantoko harus dimaknai sebagai peluang untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan daya saing daerah.


Pandangan tersebut disampaikan Wahyu setelah menghadiri Mudzakarah ICMI Orwil Jawa Barat dengan tema besar “Transformasi SDM di Era AI: Pendidikan, Talenta, dan Kepemimpinan Masa Depan” yang membahas kesiapan Indonesia menghadapi era digital.


Dalam kegiatan tersebut, Wahyu berkesempatan mendengarkan langsung pemaparan Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, terkait pentingnya transformasi pendidikan, penguatan talenta, dan kepemimpinan yang relevan dengan perkembangan zaman.


Menurut Wahyu, apa yang disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi tersebut sangat relevan dengan kondisi daerah saat ini, di mana daerah dituntut untuk tidak hanya melek teknologi tetapi juga mampu menyiapkan generasi yang unggul dan berkarakter.


Ia berpandangan bahwa AI bukan sekadar soal alat dan sistem yang canggih, namun soal bagaimana manusia dipersiapkan agar mampu berpikir kritis, berinovasi, dan menghadirkan solusi nyata bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.


“AI bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan manusia agar mampu berinovasi, berpikir kritis, dan menciptakan solusi bagi masyarakat,” kata Wahyu, Senin (12/10/2025).


Wahyu menilai, jika SDM tidak disiapkan dengan baik, maka masyarakat hanya akan menjadi penonton dan pengguna teknologi dari luar, tanpa mampu menciptakan nilai tambah dan inovasi yang bisa mendorong kemajuan daerah.


Ia menambahkan, pendidikan memiliki peran sentral dalam menyiapkan generasi masa depan. Literasi digital, penguasaan ilmu pengetahuan, kreativitas, daya nalar kritis, hingga etika dalam menggunakan teknologi harus menjadi bagian integral dalam sistem pendidikan.


Selain aspek pendidikan, Wahyu juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang visioner. Menurutnya, pemerintah dan stakeholder harus memiliki kemampuan membaca arah perubahan teknologi agar kebijakan yang dibuat tepat sasaran dan membawa manfaat luas bagi warga.


Sebagai pimpinan DPRD Kota Cimahi, Wahyu menegaskan kemajuan Kota Cimahi tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang digunakan, melainkan oleh kualitas manusia yang menjalankan dan menggerakkan pembangunan itu sendiri.


Oleh sebab itu, ia mendorong adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pengembangan talenta digital dan peningkatan kompetensi generasi muda.


Dalam konteks Kota Cimahi, Wahyu melihat era AI sebagai peluang besar untuk mendorong inovasi di berbagai sektor, meningkatkan produktivitas kerja, serta membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing.


Ia juga menekankan perlunya kebijakan daerah yang mendukung penguatan SDM dan memastikan proses transformasi digital berjalan secara inklusif dan berkelanjutan, sehingga tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam perubahan tersebut.


Menurut Wahyu, menjawab tantangan era AI tidak cukup hanya dengan mengikuti tren teknologi terbaru. Yang lebih penting adalah membangun manusia yang memiliki pengetahuan luas, integritas, kreativitas tinggi, serta kebijaksanaan dalam mengambil keputusan di tengah perubahan yang cepat.


Wahyu berharap perkembangan AI ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas generasi muda Cimahi agar lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing, karena pada akhirnya keberhasilan transformasi teknologi bukan hanya diukur dari kecanggihan sistem, melainkan dari sejauh mana teknologi itu mampu meningkatkan kualitas hidup dan memberdayakan masyarakat secara nyata. 

***

Komentar

BERITA TERKINI